Dipublish pada 01 September 2023, 01:07:00 WITA
Bidang
Tanggal
Pukul
Pada tanggal 30 Agustus 2023, Kabupaten Banjar memperingati momentum bersejarahnya yang ke-73. Perayaan penutupan ini dihelat di Alun Alun Ratu Zalecha Martapura dengan tujuan memberikan semarak pada peringatan penting ini serta menampilkan keunikan kesenian kintung. Kesenian kintung ini merujuk pada sebuah seni tradisional khas Kalimantan Selatan, dan Alun-alun Ratu Zalecha terbukti menjadi panggung yang tepat untuk menyajikan pertunjukan kintung yang penuh makna.
Kintung adalah jenis kesenian musik tradisional yang berasal dari Suku Banjar di Kalimantan Selatan. Musik ini muncul dari daerah Kabupaten Banjar, yaitu desa Sungai Alat, Astambul, dan Bincau Muara di Martapura. Pada masa lalu, alat musik kintung digunakan dalam pertandingan yang tidak hanya menilai aspek bunyi, tetapi juga unsur-unsur magis. Dalam pertandingan tersebut, kintung diuji apakah dapat berbunyi atau bahkan dapat pecah saat dimiliki oleh lawan bertanding.
Pertunjukan kintung bukan hanya sekadar seni pertunjukan, tetapi juga simbol kekayaan budaya lokal yang patut dijaga dan diapresiasi oleh seluruh masyarakat. Lewat kintung, masyarakat Kabupaten Banjar mampu mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan atas perjalanan panjang kabupaten mereka. Acara ini juga memberikan peluang kepada generasi muda untuk mempelajari serta menghormati warisan budaya nenek moyang mereka.
Tak hanya pertunjukan kintung, penutupan perayaan Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-73 di Alun-alun Ratu Zalecha juga melibatkan berbagai kegiatan menarik lainnya. Pameran seni, bazar makanan dan kerajinan lokal, serta panggung hiburan turut menambah semarak perayaan ini. Kehadiran kesenian kintung dalam penutupan perayaan ini bertujuan menguatkan rasa persatuan dan identitas lokal yang penuh kebanggaan. Melalui acara ini, tradisi kintung terus terjaga dan menjadi bagian integral dari perayaan budaya yang memperingati perjalanan panjang Kabupaten Banjar selama 73 tahun.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjar tak hanya sekadar merayakan usia kabupaten, tetapi juga menjadi momen berharga untuk menghormati warisan budaya dan merencanakan masa depan yang lebih cerah. Kesenian kintung Bincau Muara muncul sebagai lambang kehidupan yang terus berkembang, memancarkan semangat serta keindahan seni yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat Banjar yang kaya akan kearifan lokal.
